1

1PMC (Project Management Challenge) merupakan suatu kompetisi rutin yang diadakan oleh Project Management Institute, Indonesia Chapter, Yogyakarta branch. Pada kompetisi ini, peserta diadu dalam melakukan pengelolaan proyek. Berbeda dari tahun sebelumnya, PMC 2017 mengangkat tema Support United Nation’s Sustainable Development Goals to transform our world by creating project based on:

  1. Goals 6 : Clean Water and Sanitation
  2. Goals 11 : Sustainable Cities and Communities
  3. Goals 13 : Climate Action

Pada PMC 2017, Institut Teknologi Bandung berhasil mengirimkan 4 delegasinya untuk menuju tahap final. Salah satu tim tersebut berasal dari Sistem dan Teknologi Informasi, yaitu tim RNB dengan anggota Rizaldy Al Kautsar, Nindy Aditya Dewi, dan Berlin. Konsep yang diangkat pada PMC tahun ini sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Pada hari pertama, setiap kelompok dijemput oleh LO masing-masing menuju tempat presentasi di Universitas Teknik Yogyakarta. Setiap tim harus mempresentasikan Mini Project Master Plan yang telah dibuat selama 10 menit di depan dewan juri. Terdapat dua orang juri yang menilai, memberi pertanyaan, dan memberi masukan untuk tiap kelompok, yaitu Robert Gan, PMP, IDPM(Camb), AICA, NCC S&D, dan Charlie Hartono Lie.

Setelah semua kelompok mempresentasikan proyek masing-masing, setiap kelompok dibagi ke dua ruangan yang terpisah untuk mendengarkan sharing session dari masing-masing juri. Di ruang pertama, bersama Mr. Robert, para peserta dibekali ilmu untuk mempresentasikan proyek dengan baik dan apa saja yang harus ada dalam pembuatan proyek.

Seusai acara sharing session, masing-masing LO mengantar tiap kelompok ke daerah yang dirahasiakan. Perjalanan menempuh waktu kurang lebih 1,5 jam. Ternyata peserta dibawa ke Dusun Sejati Desa, Sumberarum, Sleman, Yogyakarta. Desa ini terletak di perbatasan Sleman dengan Kulon Progo. Tidak banyak yang menduga, peserta harus menginap di rumah warga yang telah disediakan di Sejati Desa. Peserta disambut dengan hangat oleh warga Sejati Desa, bahkan penduduk Sejati Desa mempersembahkan karawitan untuk menyambut peserta dan mengajarkan cara bermain gamelan ke peserta PMC 2017.

Keesokan harinya kami dikejutkan dengan kegiatan yang lebih tak terduga, yaitu menangkap lele. Seluruh peserta dibagi menjadi 4 kelompok besar, dan setiap peserta wajib masuk ke lumpur untuk menangkap lele. Walaupun kaget, namun peserta melakukan kegiatan ini dengan ceria. Kelompok 1 yang berisi dua orang tim dari RNB mendapat juara 1 lomba menangkap lele. Cukup membanggakan.

2

Setelah itu, seluruh peserta mendapat kesempatan untuk belajar menenun. Peserta dapat melihat keseluruhan proses dalam membuat tenun dan juga mempraktikkan secara langsung. Peserta diberi kesempatan untuk bertanya langsung kepada pengrajin tenun di Sejati Desa.

3

Barulah seusai belajar menenun, kegiatan yang ditunggu tiba, yaitu field study. Setiap kelompok mendapat case yang berbeda. Tiap kelompok harus membuat presentasi mini project master plan dalam waktu 3 jam sesuai dengan case yang diberikan. Peserta dapat melakukan observasi di Sejati Desa maupun melakukan wawancara dengan penduduk disana. Dengan waktu yang sangat singkat, akhirnya seluruh peserta mengumpulkan file presentasi dan melakukan presentasi. Presentasi kali ini berbeda dengan hari pertama, dimana metode yang digunakan untuk melakukan presentasi adalah elevator speech selama 5 menit. Setelah presentasi berakhir, masing-masing kelompok diantar oleh LO ke guest house untuk beristirahat selama dua malam.

Keesokan harinya, kegiatan yang dilakukan peserta tidak kalah menarik, yaitu mission race. Seluruh peserta dibagi ke 6 kelompok besar. Masing-masing kelompok diberi uang Rp50.000,00 untuk bisa menjalankan misi yang diberikan. Misi pertama adalah menuju ke kantor gubernur di daerah Malioboro. Disana peserta diberi misi baru untuk mencari orang dengan karakteristik tertentu, dan orang tersebut harus menebak judul film yang diperagakan peserta dengan gerak tubuh. Misi kedua kami harus memperagakan formasi tertentu berdasarkan foto yang disediakan. Misi ketiga kami harus menebak isi benda yang ada di dalam plastik secara bergantian. Dan misi terakhir adalah membawa lilin ke garis final di alun-alun utara Yogyakarta. Namun karena angin berhembus kencang, misi ini dibatalkan dan diganti dengan menembak dan melempari peserta dengan tepung berwarna.

4

Malam harinya,  diadakan awarding night untuk mengumumkan juara PMC 2017. Terdapat tiga kategori pemenang, Champion, Runner up, dan Social Media Spotlight Award. Penilaian diambil dari MPMP, field study, race, dan video yang dibuat. Alhamdulillah tim RNB ditetapkan sebagai Champion PMC 2017.

Begitulah rangkaian acara PMC 2017, cukup melelahkan karena banyak kegiatan dilakukan di lapangan dan membutuhkan energi untuk berlari. Walaupun kegiatan yang dilakukan di luar ekspektasi, namun secara keseluruhan rangkaian acara PMC 2017 cukup seru. Semoga di tahun yang akan datang STI dapat kembali menjuarai kompetisi ini setelah empat tahun berturut-turut selalu mendapat 3 besar. Aamiin.

Terima kasih untuk semua yang telah mendukung dan mendoakan RNB. Terima kasih kepada Evan, Teknik Industri UGM 2014 selaku LO tim RNB yang sudah berlelah-lelah mengantar kami dan berlari demi mengantarkan flashdisk file presentasi kami. Alhamdulillah bisa jalan-jalan gratis ke Yogyakarta dan merasakan nikmatnya kuliner Yogyakarta.

5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *