logo

logo
CaseIT adalah sebuah kompetisi business case dengan fokus pada aspek Manajemen Sistem Informasi yang diselenggarakan oleh Simon Fraser University di Vancouver, Kanada. Lomba ini diikuti oleh 20 universitas dari berbagai tempat di dunia (selengkapnya di sini).

Setelah kira-kira dua minggu menyelesaikan lomba, kami sebagai delegasi ITB akan sharing tentang perjalanan kami dalam lomba tersebut dan pelajaran apa yang dapat kami ambil.

Here goes!

 

Persiapan

Sepanjang proses persiapan, kami menyadari bahwa mengumpulkan uang lebih dari 100 juta rupiah sambil latihan dan belajar untuk lomba bukanlah perkara mudah. Butuh waktu yang panjang, effort yang lumayan besar, dan juga kesabaran tinggi jika harus pergi kesana-kemari mengurus administrasi dan mengejar sponsor (dan ketika ditolak juga, haha). Untungnya, banyak pihak yang mau membantu persiapan, dari Pak Arry sebagai coach, para alumni, teman-teman di kampus, dan juga kerabat serta keluarga.

Harus diakui bahkan setelah pertengahan masa persiapan pun, things didn’t seem to look good. Terlalu banyak hal yang tidak dapat dikontrol—apalagi dari sisi dana—sehingga masalah tersebut merembet ke masalah-masalah lainnya seperti waktu latihan bahkan waktu untuk diri sendiri.

Tapi ternyata semua jadi lebih mudah sejak dapat tiket pesawat super murah, yang tadinya seorang bisa 15 juta bisa berkurang menjadi 8 juta. Unreal, karena harga tiket hampir mencakup setengah dari proyeksi pengeluaran kami. Kemudian menjelang akhir persiapan sponsor mulai berdatangan (dari Telkom Indonesia, Huawei, Mitratel, Indosat Ooredoo, Pertamedika, PT Pos Indonesia, Semen Indonesia, Bank BJB, Telin, Telkomsigma, dan Bukalapak), dan akhirnya dana pun cukup. Kami bisa berangkat dengan tenang, yuhu!

CaseIT6

Kompetisi

Kompetisi internasional masih merupakan hal yang baru untuk kami. Well, salah satu dari kami pernah ikut (dan menang), tapi sebagai tim hal ini masih asing. Dari rasa minder melihat tim-tim lain yang lebih confident, rasa super nervous ketika akhirnya berlomba di panggung internasional, dan rasa tertekan karena ekspektasi yang tinggi. Walaupun begitu, kami percaya dengan kapabilitas satu sama lain untuk memberikan perlawanan yang kuat untuk universitas-universitas yang sudah lebih established dalam tingkat internasional.

Pada babak penyisihan, semua peserta akan dibagi dalam lima grup, dan tim terbaik dari setiap grup akan lolos ke babak final, sedangkan terbaik kedua akan melalui babak wildcard sebagai kesempatan kedua untuk lolos ke final.

CaseIT4

Kami berada di grup B bersama Copenhagen Business School, National University of Singapore, dan Chinese University of Hong Kong. It wasn’t really an easy group, melihat ada dua universitas yang secara historis pernah menduduki posisi tiga besar, tapi kompetisi ini tidak dimenangkan oleh histori, tapi skill. Pak Arry juga mengingatkan kami untuk fokus kepada membuat solusi terbaik, bukan pada kompetisi itu sendiri. Seperti kata seorang peserta saat opening, “If we can go through, awesome, if not, at least we can make a vacation out of this.”

Sayang sekali, setelah menjalani case deliberation selama 24 jam dan presentasi di depan beberapa anggota board of director perusahaan yang masalah bisnisnya kami selesaikan (yes this is a real case), kami harus menerima hasil bahwa kami tidak lolos babak penyisihan. Spot babak final diambil oleh Copenhagen Business School dan spot wildcard diambil oleh National University of Singapore. Setelah kami berbincang dengan seorang juri, beliau berkata sebenarnya solusi kami “one of the most actionable” tapi skill presentasi kami tidak dapat mengalahkan universitas-universitas yang lebih established.
presentasi CaseITKecewa? Pasti. Banyak sekali usaha yang telah dilakukan, banyak juga yang berharap untuk pulang membawa gelar juara. We could’ve done much better, apalagi presentasi. Tapi kompetisi sudah berakhir, dan setidaknya kami puas dengan solusi yang kami berikan. Kompetisi ini juga memberikan percaya diri tambahan, karena perwakilan universitas dari sebuah non-English speaking country tanpa dukungan dana yang mudah dapat memberikan perlawanan yang baik kepada universitas-universitas dengan jadwal latihan yang ketat dan pendanaan yang lebih mudah.

 

Fun, fun, fun

Sebagai orang yang tinggal di Bandung, mungkin kota Vancouver cukup familiar. Padat, sibuk, namun dekat dengan alam. Penduduknya ramah. Sering hujan juga (ini cukup lucu karena orang-orang disana sering mengeluh soal hujan, padahal hujan di Bandung lebih ganas. They haven’t seen anything, haha).

Makanan di sana juga sangat beragam, mungkin karena tidak ada makanan khas daerahnya. Makanan favorit kami disana adalah nasi di restoran Doner Turki, karena bumbunya banyak dan porsinya sangat Indonesia. Hahaha.

CaseIT2Selama di Vancouver, kami menyempatkan diri untuk mengunjungi beberapa tempat, salah satunya ke Capilano Suspension Bridge, jembatan gantung terpanjang dan tertinggi di Kanada dengan panjang seperti dua pesawat besar Boeing yang dijajarkan, dan setinggi pundak patung Liberty di US.

 

Shoutouts

Pada bagian ini, kami ingin berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami secara langsung dan tidak langsung dari awal persiapan, kompetisi, hingga sharing mengenai CaseIT ini.

Terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas kesempatannya dan kepada orang tua atas moral support selama ini.

with Pak ArryTerima kasih juga kepada Pak Arry sebagai coach atas insight dan dorongan yang diberikan, dan juga anggota dan alumni ASSISTS atas kepercayaannya merepresentasikan teman-teman semua.

Terima kasih sudah membaca, sampai jumpa di kesempatan selanjutnya!

Tidak lupa kami juga berterima kasih kepada semua sponsor yang telah membantu kami untuk merealisasikan program ini, yaitu Telkom Indonesia, Huawei, Mitratel, Indosat Ooredoo, Pertamedika, PT Pos Indonesia, Semen Indonesia, Bank BJB, Telin, Telkomsigma, dan Bukalapak.

PT Pertamina Bina Medika (lebih dikenal dengan nama ‘Pertamedika’), adalah perusahaan yang berfokus pada memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat melalui berbagai rumah sakit, klinik, serta institusi pendidikan dalam berbagai daerah di Indonesia. Informasi umum tentang Pertamedika dapat diakses melalui website www.pertamedika.co.id dan laman Facebook “PT Pertamina Bina Medika”.

 

Ditulis oleh: Ibrahim Al-Muwahidan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *