84338

Digital Economy Initiative Competition 2016 adalah sebuah lomba yang di adakan oleh MASTEL (Masyarakat Telematika Indonesia) dan APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) untuk memecahkan berbagai masalah Indonesia dengan digital economy. Lomba ini terbuka untuk segala kalangan dan usia. Dari puluhan tim yang ikut serta mengajukan idenya secara online dan 21 tim yang lolos ke babak final di Jakarta, tim dari ITB berhasil meraih juara 2 pada lomba yang diadakan di Jakarta Digital Valley, Jakarta Pusat. Mereka adalah Rizaldy Al Kautsar (STI 2014), Geraldi Dzakwan (IF 2014) dan Ari Pratama Zhorifiandi (IF 2014).

48047

Lomba oleh MASTEL ini cukup kompetitif karena tidak ada batasan siapa saja yang boleh berpartisipasi sehingga terdapat beberapa professional yang sudah bekerja di perusahaan juga mencoba peruntungannya di lomba ini. Sebenarnya lomba ini berlangsung selama 3 hari yang dimulai dari hari Jumat, 18 Maret 2016 dengan pengarahan visi mengenai apa itu Digital Economy. Hal yang menarik dari lomba ini adalah format perlombaannya, di hari Sabtu peserta dibimbing dengan mentor untuk menuangkan idenya kedalam 3 canvas yaitu Job Statement Canvas, Value Proposition Canvas, dan Business model canvas. Sesi mentoring yang berlangsung cukup membawa banyak pelajaran sampai ada tim yang melakukan pivot karena ide awalnya tidak dapat tervalidasi dengan baik. Setelah sesi mentoring, peserta diberikan waktu satu malam untuk membuat MVP dalam bentuk nyata seperti mobile app dan web app.

Cerita dibalik lomba ini bagi tim ITB yang bernama LERPS cukup menarik. Awalnya salah satu anggota tim yaitu Rizaldy hanya iseng memasukan ide aplikasi pada akhir februari yang pernah dibuatnya saat IITIC karena format ide yang dimasukan sangat fleksibel sehingga tidak perlu effort yang cukup banyak. Seminggu sebelum lomba dan tepatnya pada hari Senin saat minggu uts, tim mendapat kabar bahwa ide mereka lolos dan harus segera ke Jakarta setelah UTS pada hari Jumat. Namun karena UTS dan tubes yang masih menumpuk di hari jumat maka tim mengonfirmasi ke panitia bahwa mereka hanya bisa mengikuti sesi pada hari sabtu dan minggu saja. Setelah seminggu tidak ada progress mengenai kepastian keberangkatan, namun akhirnya pada sabtu siang tim secara impulsif langsung berangkat ke Jakarta menuju hotel dimana mentor menginap. Mentor tim LERPS adalah mas Imanzah Nurhidayat yang merupakan COO dari MASTEL.

menu

Interface aplikasi CENTRAS

Ide yang dibangun sejak IITIC sudah cukup kuat sehingga saat validasi ke ketiga canvas tidak banyak perubahan ide. Ide kami adalah aplikasi CENTRAS yang merupakan sebuah platform kolaborasi lintas keahlian untuk memudahkan para innovator mencari rekan yang sesuai. Aplikasi kami bisa menjadi digital collaboration space. Pada awalnya kami cukup pesimis karena malam harinya ketiga orang dari kami ketiduran dan tidak mengerjakan apa-apa, prototype dibuat hanya dengan waktu kurang dari 1 jam saat Minggu pagi.  Presentasi pun dimulai pada Minggu siang setelah sesi sharing dari petinggi Mastel, APJII, Telkom dan lain lain. Pada saat presentasi singkat selama 5 menit dan tanpa menggunakan alat bantu apapun selain prototype , tim mendapat banyak feedback dari sembilan juri yang umurnya berkisar dari 30-60 tahun. Feedback yang didapat cukup positif dan berhasil mengurungkan niat tim untuk segera pulang ke bandung sebelum pengumuman keluar. Saat menunggu tim juga sempat menyelesaikan tubes untuk keesokan harinya dan syukur tak ada waktu yang terbuang. Saat pengumuman pun dimulai, dan secara tidak terduga kami berhasil membawa Juara 2 emngalahkan tim lain yang lebih senior. Tim yang juara I merupakan tim dari startup Kudo yang rata-rata umurnya lebih dari 25 tahun, mereka merancang aplikasi untuk bidang pariwisata Indonesia.

84338

Pelajaran yang bisa dipetik dari lomba ini adalah jangan pernah sia-siakan kesempatan sekecil apapun, dan jangan merasa kecil dibanding orang-orang yang terlihat besar. Semoga STI bisa terus berprestasi di lomba-lomba lainnya.

http://www.mastel.id/aplikasi-pariwisata-juarai-icde/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *